My Profile

widi-1113

Seorang yang menyebut dirinya suka melancong. terlahir kedunia dari seorang ibunda yang lugu dan baik, dari sebuah desa yang sulit bila dilihat dari satelit (baca: sangat terpencil) daerah pinggiran kota jember timur (Jawa Timur Punya). Seorang laki-laki Yang Periang bernama Saiful Bahri juga termasuk orang yang bertanggung jawab atas kelahiran anak pelancong ini. kelahirannya terjadi pada tanggal 13 Maret 1986 (orang jawa menyebutnya hari Parerebon, Sugihan Jawa. Pada hari ini juga disebut turunlah semua Bhatara ke dunia. Mengaturkan pengeresikan dab canang raka di merajan/paibon)

Namanya adalah Widianto, widi artinya satu, anto dinisbatkan pada orang jawa.

Sekolah Dasar di lumat habis di SDN Gunung Malang III dan tamat pada tahun 1999, inilah masa-masa dimana semuanya dimulai, semangat yang kelak akan membawa dirinya menjadi pelancong dan suka mempelajari banyak hal (selain ilmu hitung tentunya). Dengan keadaan yang “kurang” (kalau tidak dikatakan miskin) dalam hal finansial, bocah yang jarang memakai sepatu waktu SD ini semangat dalam melewati hari-harinya dengan mencari ilmu dan bermain, pagi dimulai dengan sekolah dasar, siang setelah sekolah dasar diteruskan dengan sekolah diniyah di desa tetangga (dialah murid pertama dari desa tersebut), setelah pulang dari sekolah diniayah di desa sebelah, dia langsung sekolah lagi diniyah di desanya sampai menjelang waktu magrib. Setelah magrib dia digiring lagi oleh orang tuanya untuk mengaji di sebuaha surau kecil sebagaimana teman-temannya yang lain, menginap di surau adalah kewajiban bagi setiap anak yang mengaji di surau tersebut, sehingga intensitas untuk bertemu ayah dan ibunda tercintanya sangatlah sedikit. begitulah hari-hari dilaluinya selama menempuh pendidikan dasar.

Setamat dari pendidikan dasar, dia ikut temannya ke sebuah ……………….( di daerah Ledokombo) dan menginap disana, karena merasa cocok dengan keadaan dan suasana disana dia putuskan untuk menetap dan mencari ilmu bersama teman-teman disana tanpa ada persiapan apapun dan tanpa diduga sebelumnya. Kegiatan sehar-hari dilalui dengan banyak kegiatan (yang walaupun tidak benar-banar efektif namun masih berguna).kenangan yang tidak akan pernah terlupakan adalah waktu berada di ledokombo adalah sewaktu menjadi murid yang dianggap paling cerdas dan paling pandai menguasai panggung, menjadi wakil ketua osis waktu kelas saru SMP dan menjadi Ketua Osis sewaktu kelas dua SMP. Menjadi juara tiga baca kitab sekresidenan besuki ranting Sidogiri waktu kelas lima Madrasah Ibtidaiyah MMU ranting didogiri.

akan diteruskan suatu saat nanti ……………………………………………………..

tungu aja kelanjutan ceritanya.

Terimakasih ayah

masih teringat pengalaman waktu kecil itu, aku berdiri dengan senangnya melihat pemandangan jalan yang berkelo-kelok terjal menanjak dan banyak mobil gandeng yang mogok karena tidak kuat untuk menaiki tanjakan terjal gunung kumitir. inilah daerah yang paling ditakuti dan mengerikan bagi para pengendara kendaraan bermotor, tetapi tidak mengerikan bagi pengendara sepeda ontel dan becak karena meraka tidak akan pernah berniat untuk menyusuri jalan beraspal ini. aku senang melihat pemandangan pohon yang tinggi dan menulang menuju langit dengan daunnya yang sangat rimbun. kera-kera bergelantungan dan jurang-jurang yang tidak kelihatan dasarnya, hiram pekat dan menakutkan. siapa yang jatuh kedalamnya mungkin sangatlah bisa dipastikan akan minggal sebelum sampai pada dasarnya. sering kali bis berhenti sesaat untuk menukar gigi roda, menandakan akan memasuki jalan yang sangat terjal atau menukik tajam. tidak ada satu sepeda ontel pun atau suatu kendaraan yang selain menggunakan tenaga mesin yang melintas. pernah aku bertanya pada guru SD ku megapa jalur Pantura lebih rame dari pada jalur selatan jika sama-sama munuju pulau bali, padahal lebih dekat lewat jalur selatan, beliau menjawab itu dikarenakan para supir takut untuk melintasi gunung kumitir.

sering para tetangga bercerita bahwa jurang-jurang di sekitar gunung kumitir merupakan tempat pembuangan mayat anggota PKI dan para perampok yang berdarah dingin. aku takut membayangkan suasana gunung kumitir dimalam hari.

masih teringat di hati ini waktu ayah bercerit bahwa pernah mengayuh becak dari Muncar Banyuwangi menuju rumah (sumber jambe, jember), semua orang tau bahwa mereka tidak akan pernah berani untuk membayangkan hal itu apalagi harus melakukannya, siapa yang tidak merasa tersentuh hatinya jika mendengar orang yang melintasi gunung Kumitir dengan mengayuh becak?, ayah, kau telah melakukan hal itu untuk anakmu yang kau sayangi ini, seandainya suatu hari nanti aku menemukan kesuksesanku, maka semua ini adalah berkat perjuanganmu dan ibu tercinta selama ini, aku akan selalu berusaha untuk membaghagiakan kalian, orang yang tidak pernah meminta apapun atas apa yang diperjuangkan demi aku.

ayah, selam ini aku banyak berdosa dan durhaka padamu, maaf dan ridhomu tidak akan pernah habis aku harap dan aku damba. doakan anakmu yang cinta pada mu, dan ingin selalu berbakti padamu.

3 Komentar Add your own

  • 1. zaka  |  11/15/2008 pada 5:26 pm

    tak kirain tadi yang punya cewek yang di header itu, eh ternyata cowok toh,

    Balas
  • 2. zaka  |  11/15/2008 pada 5:27 pm

    wah bener mas, tak kirain yang pounya cewek itu, eh ternyata cowok toh

    Balas
  • 3. anwar hidayat  |  11/18/2008 pada 3:41 am

    semoga amal kebaikan ayahmu diterima disisiTuhan yang maha ESA…terima kasih atas jasa2 ayahmu yang telah menginspirasi q untuk tetap menghormati ayahq tercinta..ha..ha..ha..a..a..a..a..(PREEEEEEEEEEEEEEEET)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.